-->

Senin, 10 Oktober 2022

Ketahanan Pangan Nasional, Yonif Raider 600/Modang Budidaya Tanaman di Penugasan

(Asmat ) Bali Kini -  Sebagai upaya untuk mendukung program ketahanan pangan nasional, TNI berperan aktif dalam pengembangan berbagai tanaman dimanapun ditugaskan. Secara nasional, pemerintah telah mencanangkan program Ketahanan Pangan sejak 2012, dengan diterbitkannya UU No 18/2012 tentang Pangan.



Disebutkan dalam UU tersebut bahwa Ketahanan Pangan adalah kondisi terpenuhinya pangan bagi negara sampai dengan perseorangan, yang tercermin dari tersedianya pangan yang cukup, baik jumlah maupun mutunya, aman, beragam, bergizi, merata, dan terjangkau serta tidak bertentangan dengan agama, keyakinan, dan budaya masyarakat, untuk dapat hidup sehat, aktif, dan produktif secara berkelanjutan.


Saat ini Yonif Raider 600/Modang sedang melaksanakan penugasan di wilayah Papua, dimana lokasi penugasan memiliki karakteristik kondisi alam yang berbeda dengan daerah lain di Indonesia. Hal tersebut merupakan tantangan yang harus dipecahkan bersama dalam rangka mendukung program nasional tersebut, seperti contohnya salah satu Pos Satgas Yonif Raider 600/Modang yang berada di Distrik Fayit, Kabupaten Asmat, Papua.


Kondisi alam wilayah ini merupakan lahan rawa yang memiliki masalah utama dalam pengembangan pertanian adalah tata air dan kesuburan lahan, dimana sebagian besar lahan di Distrik Fayit merupakan lahan gambut dan berair.


Berbekal dari pelatihan saat sebelum penugasan, anggota Pos Fayit Satgas Yonif Raider 600/ Modang yang dipimpin oleh Letda Inf Gilang Anggara Putra melakukan inovasi sehingga dapat bercocok tanam sayuran dengan bahan-bahan yang mudah didapatkan masyarakat setempat, salah satunya dengan mencampurkan tanah gambut dengan sekam kayu.


“Ternyata hal tersebut efektif dilakukan sehingga dapat menjadikan komoditi berupa tanaman sayuran jangka pendek antara lain : terong, cabai, sawi, kangkung dan kacang panjang serta sayuran lain yang hasilnya dapat dimanfaatkan oleh masyarakat sekitar,” kata Letda Inf Gilang.


Ternyata apa yang dilakukan oleh Satgas Yonif Raider 600/Modang tersebut mendapat apresiasi dari Bupati Asmat Bapak Elisa Kambu saat mengunjungi Pos Satgas tersebut beberapa hari yang lalu. Dalam kunjungan tersebut Bupati Asmat  bersama Forkopimda berkesempatan memanen dan membagikan ke masyarakat hasil budidaya tanaman  anggota Satgas Yonif Raider 600/Modang.


Pada kesempatan itu, Bupati dalam sambutannya mengatakan bahwa dirinya merasa bangga dengan hasil pertanian anggota Satgas ini, selain bertugas untuk menjaga keamanan di Fayit, Satgas juga berperan membantu perekonomian masyarakat kami. “Satgas telah memberi contoh bahwa dengan kondisi tanah seperti ini, kita bisa bertani dengan menggunakan media lain seperti tanah gambut dicampur sekam kayu dan hasilnya cukup bagus,” ujarnya.


Sementara itu, Komandan Pos Satgas Yonif Raider 600/Mdg-Pos Fayit menerangkan bahwa pihaknya merasa peduli dengan kondisi masyarakat, selain karena sulit untuk mendapatkan sayuran, karena akses ke kota yang cukup jauh dan membutuhkan biaya yang mahal. Ia mengaku, dengan bercocok tanam seperti ini, kami bisa membantu masyarakat akan kebutuhan sayuran di tengah keterbatasan di wilayah tersebut. 


Bersama anggotanya, Letda Inf Gilang mengungkapkan bahwasannya akan membantu ekonomi masyarakat di wilayah Distrik Fayit dengan cara mengajarkan kepada masyarakat untuk bercocok tanam, seperti apa yang telah kami contohkan dan hasilnya nanti bisa untuk dikonsumsi sendiri atau dapat dijual oleh masyarakat untuk menambah penghasilan mereka. (Pen /tim) 

Duta Besar RI dan Masyarakat Indonesia di Kamboja turut memperingati HUT ke-77 TNI


Kamboja , Bali Kini -
Peringatan HUT ke-77 Tentara Nasional Indonesia (TNI) di negara Kamboja turut diperingati oleh KBRI Phnom Penh dengan melibatkan masyarakat Indonesia serta mitra kerja KBRI Phnom Penh dari kalangan Tentara Nasional Kamboja, bertempat di KBRI Phnom Penh Kamboja, Rabu (5/10/2022).

 

Peringatan HUT TNI tersebut diisi dengan rangkaian kegiatan pertandingan persahabatan antara masyarakat Indonesia dengan tentara Kamboja diantaranya pertandingan badminton, bola volley, futsal dan bowling. Duta Besar RI untuk Kamboja Sudirman Haseng dan Atase Pertahanan juga turut berpartisipasi sebagai peserta. 


Sebagai bentuk kontribusi kepada komunitas lokal, peringatan HUT juga diisi dengan kegiatan bakti sosial donor darah yang bekerja sama dengan badan donor darah nasional Kamboja dan diikuti oleh warga Indonesia serta Kamboja. 


Puncak acara Peringatan HUT ke-77 TNI ditandai dengan pelaksanaan syukuran yang dibuka oleh Duta Besar RI serta diisi dengan penampilan kesenian angklung anak-anak Indonesia. Pada kesempatan tersebut, hadir sebagai undangan adalah masyarakat Indonesia di Kamboja serta sejumlah perwakilan Pekerja Migran Indonesia Bermasalah (PMIB) yang sedang menjalani asessment sebelum proses repatriasi oleh KBRI Phnom Penh.


Hubungan diplomatik antara Indonesia dan Kamboja khususnya di bidang militer dan pertahanan sudah berlangsung sejak lama dimana Indonesia pernah mengirimkan pasukan perdamaian di bawah United Nations Transitional Authority in Cambodia (UNTAC) pada tahun 1992 - 1994. Hubungan kerja sama terus berlangsung hingga saat ini melalui peningkatan kapasitas personel tentara Kamboja yang menjalani pendidikan dan pelatihan di TNI termasuk di Kopassus dan Paspampres.


Dubes RI berharap diusia TNI yang ke-77, hubungan bilateral kedua negara semakin harmonis serta kerja sama antara TNI dan RCAF (Angkatan Bersenjata Kamboja) semakin erat serta tentunya harapan agar TNI semakin jaya, profesional dan dicintai rakyat.[tim/t4]

Wawali Arya Wibawa Hadiri Piodalan di Pura Petasikan Desa Tegal Harum.


Denpasar , Bali Kini -
Bertepatan Purnama Kapat Wuku Dukut warga Dusun Tegal Sari Desa Tegal Harum Kecamatan Denpasar Barat melaksanakan Piodalan di Pura Petasikan Dusun Tegal Sari Desa Tegal Harum Kecamatan Denpasar Barat  Senin (10/10). 


Dalam pelaksanaan Piodalan ini hadir Wakil Wali Kota  Kadek Agus Arya Wibawa sekaligus mengaturkan dana punia. 


Dengan berlangsungnya proses piodalan dalam kesempatan itu Wakil Wali Kota Kadek Agus Arya Wibawa berharap semua warga Desa Tegal Harum diberikan keselamatan dan kerahayuan. 


Kelian Pura Petasikan I Gusti Agung Widja  mengucapkan terima kasih atas kehadiran Wakil Wali Kota pada pelaksanaan piodalan di Pura Petasikan Dusun Tegal Sari. Menurutnya piodalan berlangsung setiap satu tahun sekali pada Purnama Kapat. Menurutnya Pura Petasikan dulunya merupakan Pura Ulun Carik atau linggih Ida Bethara Sri. Namun karena tidak ada yang mengempon sehingga warga yang tinggal di Dusun Tegal Sari dicakup menjadi satu sehingga menjadi Pura Petasikan.  Jadi selain Linggih Ida  Bethara Sri juga  berstana  Sesuunan Pura Segara,  Pura Dalem Ped, dan Ratu Niang Sakti. "Tapi palinggih yang paling utama adalah Ida Bethara Sri," ucap Widja.


Lebih lanjut ia menuturkan Pura ini diempon oleh 90 KK Dusun Tegal Sari, dimana semuanya merupakan warga pendatang. Sehingga setiap piodalan dananya bersumber dari swadaya pengempon dan dana desa. 


Untuk pelaksanaan piodalan sekarang telah berlangsung dari tiga hari yang lalu, piodalannya hari ini dan upacara penyineban berlangsung besok. Untuk tingkatan upacara menggunakan upakara Panca Sanak, Pregembal dan dipuput oleh Ida Pedande Istri Ngurah Griya Gede Klungkung  


Dengan telaksananya piodalan ini ia berharap semua warga diberikan  kerahayuan. Karena semua warga Desa Tegal Harum dan Desa Tegal Kertha  kesini untuk melaksanakan  persembahyangan. (ayu )

Karya Ngenteg Linggih Caru Rsi Gana Banjar Tampakgangsul Denpasar


Walikota Jaya Negara Ngayah Mesolah Topeng Arsa Wijaya


Denpasar, Bali Kini - Bertepatan dengan Rahina Purnama Kapat, Soma Wage Dukut, Walikota Denpasar, IGN. Jaya Negara Ngayah Mesolah Topeng Arsa Wijaya serangkaian Puncak Karya Ngenteg Linggih, Padudusan Alit, Mupuk Pedagingan, Caru Rsi Gana dan Jempong Asu di Banjar Tampakgangsul Denpasar, Senin (10/10).


Tampak hadir juga dalam kesempatan ini, Wakil Walikota Denpasar, I Kadek Agus Arya Wibawa, Sekda Kota Denpasar, IB. Alit Wiradana, Anggota DPR RI, IGA. Rai Wirajaya, Ketua Komisi I DRRD Kota Denpasar, I Ketut Suteja Kumara, Mantan Walikota Denpasar, IB. Rai Dharmawijaya Mantra dan undangan  lainya.


Sebelum upacara, di awali dengan tarian Rejang Dewa, Wayang Lemah, Topeng Keras, Topeng Tua, Topeng Penasar, Topeng Arsa Wijaya, dan Topeng Sidakarya serta Tari Baris.


Walikota Jaya Negara usai upacara mengatakan, pelaksanaan  Karya Ngenteg Linggih, Padudusan Alit, Mupuk Pedagingan, Caru Rsi Gana dan Jempong Asu Banjar Tampakgangsul Denpasar ini adalah salah satu bentuk untuk meningkatkan sradha bhakti yang ada di setiap umat. Apalagi di komunitas masyarakat seperti banjar, perlu diapresiasi  bagaimana membangun sradha bhakti masyarakat melalui upacara yang dilaksanakan.


“Mengenai pelaksanaannya, Pemkot Denpasar memberikan apresiasi dimana muncul kemandirian dan kesadaran  masyarakat yang begitu dalam melaksanakan Yadnya   sehingga manfaat yang kita peroleh dalam penyelenggaraan upacara keagamaan yang dikenal dengan istilah Tri Guna Karya serta Satwika Karya dapat kita peroleh dengan baik,” kata Jaya Negara.


Walikota Jaya Negara juga mengharapkan setelah dilaksanakannya Upacara Karya Ngenteg Linggih, Padudusan Alit, Mupuk Pedagingan, Caru Rsi Gana dan Jempong Asu Banjar Tampakgangsul Denpasar ini seluruh umat terutama penyungsung dan pengempon serta Krama Banjar dapat terus meningkatkan sradha dan bhakti kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa.


“Tentu pelaksanaan Yadnya ini sebagai sarana peningkatan nilai spiritual sebagai umat beragama. Kami berharap kedepan upacara Yadnya ini dapat memberikan energi positif yang dapat memancarkan hal positif bagi umat serta menetralisir hal- hal negatif dilingkungan desa setempat,” katanya.


Manggala Karya I Wayan Sugitha, didampingi Kelian Adat Banjar Tampakgangsung A.A.Ketut Ekayadnya yang ditemui disela-sela upacara mengatakan, pelaksanaan karya ini merupakan upacara Dewa yadnya. Kegiatan serupa pernah dilaksanakan pada tahun 1953 silam


Dimana karya ini pada umumnya diadakan tiap tiga puluh tahun sekali. Dalam upacara ini, semua pelinggih yang ada di paryangan banjar  dipelaspas dan dipendem pedagingan. "Semua pelinggih yang ada di Merajan Banjar Tampakgangsul, termasuk Balai Kulkul. Semuanya akan dipelaspas dan dipendem pedagingan," katanya.


Upacara ini dipuput tiga sulinggih, yakni Ida Pedanda Gede Made Karang dari Griya Karang Tampakgangsul, Ida Pedanda Gede Oka Karang dari Griya Lumintang dan Ida Pedanda Gede Oka Mas dari Griya Satria. Selaku Yajamana karya, yakni Ida Pedanda Made Karang. (ays/r4).

Bupati Tamba Kukuhkan Bendesa Desa Adat Dharma Kerti Kaliakah Kangin


Jembrana , Bali Kini -
Bertepatan dengan rahina Purnama Kapat Somo Wage Wuku Dukut Bupati Jembrana I Nengah Tamba menghadiri acara pengukuhan Bendesa dan Prajuru Desa Adat Dharma Kerti Kaliakah kangin, yang digelar di Wantilan Pura Puseh Desa Adat Dharma Kerti Kaliakah, Kecamatan Negara, Kabupaten Jembrana, Senin (10/10/2022).


Kegiatan tersebut ditandai dengan penandatanganan berita acara pelantikan Bendesa Adat yang disaksikan oleh Ketua Majelis Desa Adat Kabupaten Jembrana I Nengah Subagia, Prebekel Desa Kaliakah I Made Bagiarta dan Panitia Karya.

I Ketut Sugita  dikukuhkan sebagai Bendesa Adat Kaliakah masa ayahan (masa bhakti) saka warsa 1944-1949 atau tahun masehi 2022-2027 mengganti Prajuru Desa Adat yang lama I Putu Suarka yang telah usai masa jabatanya.


Bupati Jembrana I Nengah Tamba dalam sambutannya menyampaikan selamat atas dikukuhkannya bendesa beserta anggotanya, dan ia minta agar dapat menjaga kelestarian desa pakraman.

"Selamat kepada I Ketut Sugita atas terpilihnya menjadi Bendesa Adat Kaliakah, Dengan pengukuhan ini, I Ketut Sugita akan bertanggung jawab atas segala tugas-tugas adat untuk menjaga kelestarian Desa Pakraman selama periode tahun 2022 sampai 2027," ucapnya


Selain itu, Bupati Tamba berpesan kepada Bendesa adat terpilih untuk bertugas dengan sebaik baiknya.

"Kepada bendesa agar bisa menjalankan tugas dengan sebaik-baiknya. Bendesa adat harus berjalan beriringan dengan Prebekel dalam memajukan desa dan senantiasa hadir ditengah-tengah masyarakat. Sekali lagi prebekel dan bendesa adalah ujung tombak bagi Pemerintah Kabupaten Jembrana," ujarnya.


Dilain sisi Ketua Panitia Pengukuhan I Wayan Eka Wiasa menyampaikan Dari 3 (tiga) calon Bendesa yang terdaftar, terdapat 1 terpilih menjadi Bendesa Adat yaitu I Ketut Sugita. Pihaknya berharap dengan terpilihnya Bendesa ada tersebut agar dapat mengemban tugas dan kewajibannya dengan baik.

"Dumogiastu Bendesa yang sudah terpilih dapat menjalankan dari apa yang  menjadi tujuan krama desa dan senantiasa menjaga desa adat, agama dan budaya," pungkas Eka Wiasa.( Komang)

Purnama Sasih Kapat, Bupati Tabanan Sembahyang di Pura Batukau


Tabanan , Bali Kini  -
Komitmen dalam menjaga kebersamaan dan kekompakan guna menjalankan roda pemerintahan merupakan hal yang penting dan selalu ditingkatkan oleh Bupati Tabanan Dr. I Komang Gede Sanjaya, SE, MM, beserta jajaran dalam mempercepat terwujudnya pembangunan menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani (AUM).

Tak hanya terjun langsung melalui program-program Pemerintahan, namun juga diimbangi kegiatan sekala dan niskala. Salah satunya dengan melaksanakan persembahyangan mohon kerahayuan di Pura Luhur Batukau, Desa Wangaya Gede, Kecamatan Penebel, Tabanan, Senin, (10/10) bertepatan dengan rahina Purnama Sasih Kapat.

Dalam kegiatan persembahyangan yang secara rutin dilakukan setiap rahina Purnama ini, Bupati Sanjaya mengajak serta para pihak Legislatif dan seluruh OPD di lingkungan Pemkab Tabanan serta para Camat se-Kabupaten Tabanan. Tak lupa bersama-sama Bupati Sanjaya memanjatkan doa dan mohon kerahayuan Jagat, terutama Bali dan juga Tabanan.

Kegiatan persembahyangan diawali di Pura Beji, kemudian dilanjutkan di Pura Luhur Batukau yang dipimpin oleh Mangku Gede setempat. Disamping itu, Persembahyangan ini ditujukan untuk mendekatkan diri kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa/Tuhan Yang Maha Esa, karena berkat rahmat-Nya, segala tujuan dan program yang tercantum dalam visi Menuju Tabanan Era Baru yang Aman, Unggul dan Madani (AUM) satu per satu terwujud.

Di kesempatan tersebut pula, Bupati Sanjaya meminta kepada seluruh jajaran agar berdoa dengan sungguh-sungguh bukan saja untuk Pemerintah, namun juga untuk diri sendiri agar lebih baik lagi. Terlebih, dalam upaya untuk bersama-sama bangkit dan pulih setelah pandemi. Semua sektor terdampak, terlebih saat ini Bali begitupun juga Tabanan mengalami Inflasi akibat pandemi tersebut.

Pihaknya berharap agar semua masyarkat bersabar dan selalu bersatu dengan penuh semangat gotong-royong membangun kembali perekonomian di Daerah dan bersinergi bersama-sama dengan pemerintah. Begitu juga, komitmen, kerja keras dan kekompakan dari seluruh jajaran sangat diharapkan guna mewujudkan seluruh pembangunan di Kabupaten Tabanan.

Tidak lupa juga Bupati Sanjaya mengucap syukur dan terimakasih kepada seluruh jajaran dan pihak terkait, terutama seluruh elemen masyarakat yang selalu mendukung serta turut berpartisispasi dalam membangun Tabanan. Pihaknya juga berharap agar seluruh jajaran dan seluruh elemen masyarakat Tabanan selalu memupuk rasa kebersamaan, meningkatkan semangat gotong-royong dan selalu berkomitmen membangun Tabanan.[tim/r2]

Pemprov Bali Siaga Hadapi Dampak Cuaca Ekstrem

 


Bantuan Pasca Bencana diberikan kepada korban Cuaca Ekstrim Sabtu lalu


Denpasar , Bali Kini  - Menindaklanjuti siaran pers BMKG 8 Oktober 2022 tentang Waspada Potensi Cuaca Ekstrem Masih Berlanjut untuk Sepekan ke Depan (09 - 15 Oktober 2022), BPBD Provinsi Bali melakukan beberapa langkah antisipasi seperti meningkatkan koordinasi dengan BMKG Wilayah III Denpasar untuk mendapatkan update informasi peringatan dini, Meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem dan Meningkatkan koordinasi antar dinas terkait dan aparatur untuk melakukan langkah-langkah kesiapsiagaan sesuai tugas pokok fungsi dan kewenangannya masing-masing. Hal ini disampaikan Kalaksa BPBD Bali Made Rentin dalam siaran persnya, di Denpasar, Senin (10/10).


Rentin mengakui cuaca ekstrem dan hujan lebat, di Provinsi Bali, Sabtu 8 Oktober 2022 menyebabkan beberapa kejadian menonjol di 7 Kabupaten/Kota seperti tanah longsor, pohon tumbang, tembok penyengker rumah roboh, jalan jebol, banjir.


“Saat ini kondisi sudah normal dan air sudah surut, kegiatan masyarakat normal kembali, tidak ada posko pengungsian. Pemprov Bali melalui BTT memberikan bantuan pasca bencana berupa santunan kematian 15 juta per orang, dan biaya perawatan di Rumah Sakit 10 juta per orang,” kata Rentin. 


Rentin membantah adanya wisatawan asing yang dievakuasi akibat banjir kemarin. Menurutnya saat itu wisatawan yang meminta untuk dibantu akses keluar dari villa agar bisa menjalankan agenda berwisata sesuai jadwal.


Ia menambahkan selanjutnya BPBD Provinsi Bali tetap berkoordinasi dengan semua pemangku kepentingan seperti BMKG, Basarnas, TNI, Polri, Relawan, Dinas PUPR, Balai BWS, dan Satker lainnya.


Ia menghimbau kepada masyarakat Bali untuk tetap waspada dan berhati-hati terhadap cuaca ekstrim yang diperkirakan masih berlangsung sampai seminggu ke depan.


“Masyarakat agar tetap berhati-hati melaksanakan kegiatan, untuk sementara hindari daerah rawan seperti lembah sungai, lereng rawan longsor, pohon yang mudah tumbang, tepi pantai dan tempat berisiko lainnya,” kata birokrat asal Banjar Sayan, Mengwi, Badung.[rl/r4]

Kejaksaan Negeri Karangasem Sita Uang Dari Beberapa Kelompok Usaha Yang Bermasalah


Karangasem, Bali Kini -  Setelah sebelumnya Kejaksaan Negeri Karangasem berhasil menyita uang hasil dugaan kasus korupsi dari BUMDes Desa Kertha Bhuana, kini Senin (10/10/2022) pihak Kejari kembali menyita puluhan juta uang dari beberapa kelompok usaha yang bermasalah. 

Hal tersebut diungkapkan Kasi Intel Kejari Karangasem, I Dewa Gede Semara Putra. "Ya, hari ini telah ditambah lagi penyitaan uang oleh penyidik dari 9 kelompok usaha sebanyak Rp 30 juta, dimana sebelumnya sudah ada penyitaan dari Ketua Bumdes di Desa Kertha Buana uang sebanyak Rp.10.400.000, " Katanya pada media ini. Sehingga total uang yang disita penyidik ialah sebanyak Rp. 40.400.000,-.


"Penyelamatan uang BUMDes menjadi perhatian utama dari penyidik. Disamping disamping penegakan hukum juga berjalan sesuai prosesnya, " Sambungnya.


Sementara, uang tersebut yang disita penyidik merupakan  uang yang bermasalah dari beberapa kelompok usaha masyarakat  seperti  kelompok usaha ayam, kelompok usaha sapi ataupun kelompok usaha dagang. (Ami)

Awig-Awig Desa Adat Penasan Desa TIhingan di Pengukuhan


Klungkung , Bali Kini - Bertepatan pada rahina Purnama Kapat, Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta menghadiri Acara Pengukuhan Awig-awig Desa Adat Penasan Desa Tihingan bertempat di Pura Puseh lan Bale Agung Desa Adat Penasan Desa Tihingan Kecamatan Banjarangkan, Senin (10/10).

Bupati Klungkung I Nyoman Suwirta dalam sambutannya mengingatkan agar Awig-awig dapat mengikuti perkembangan jaman dan menyesuaikan dengan adat istiadat yang sudah ada maupun yang sudah berjalan di Desa Adat Penasan. Selain itu juga harus selaras dengan peraturan Pemerintah baik itu peraturan dari Pemerintah Pusat, Provinsi, Kabupaten dan Peraturan Desa. Hal ini dipandang perlu, di samping untuk mensejahterakan masyarakat, keberadaan awig-awig juga dapat digunakan untuk melindungi masyarakat desa dari perbuatan yang melanggar hukum.


“Isi dari awig-awig tidak untuk dikeramatkan, melainkan untuk disepakati dan dilaksanakan dengan tujuan untuk mensejahterakan dan melindungi masyarakat serta Sumber Daya Alam yang ada di Desa Adat Penasan,”  Ujar  Bupati Suwirta.


Kepada Perangkat Desa Adat didorong untuk mensosialisasikan awig-awig kepada seluruh masyarakat di Desa Adat Penasan. Bupati Suwirta juga mengingatkan masyarakat Desa Adat Penasan untuk melakukan pemilahan sampah dari sumbernya, mentaati Peraturan Perda KTR,  ikut menjaga kebersihan dan menata telajakan di lingkungan Desa Tihingan yang menjadi salah satu Obyek pariwisata di Kabupaten Klungkung.

 

Sementara itu, Bendesa Desa Adat Penasan I Wayan Subadra, menyampaikan bahwa Awig-Awig Desa Adat Penasan sudah berumur kurang lebih 40 tahun sejak dikukuhkan pada 5 Agustus 1982. Awig-awig ini dibuat dalam bentuk lontar dan buku. Dan untuk Awig-awig yang saat ini dikukuhkan dalam bentuk lontar, dua buah buku. satu buku ditulis dengan menggunakan aksara Bali dan huruf latin Bali, dan satu buku lagi ditulis dengan menggunakan huruf latin Bali dan huruf latin Indonesia.


Acara Pengukuhan Awig-Awig yang diisi dengan persembahyangan bersama dipuput oleh Ida Peranda Istri Rai Keniten saking Gria Gede Intaran Tihingan. Turut hadir Camat Banjarangkan I Dewa Komang Aswin, Perbekel Tihingan I Wayan Sugiarta dan krama Desa Adat  Tihingan, serta undangan terkait lainnya. (cok)

Sabtu, 08 Oktober 2022

TIONGKOK MENYENSOR LIRIK LAGU KEBANGSAANNYA SENDIRI YANG DIGUNAKAN DALAM PROTES LOCKDOWN

 


CHINA Anthem Censored 

China ,voa - Lagu kebangsaan Tiongkok, “Barisan Para Relawan” yang tampaknya memberikan instruksi jelas kepada penduduk Shanghai yang sudah jengkel dengan kebijakan lockdown pemerintah dan dianggap menindas.  Kata-katanya adalah “Bangkitlah, rakyat yang tidak dijadikan budak.” 

Tetapi ketika penduduk dari kota tempat lahirnya Partai Komunis Tiongkok mulai memposting baris pertama yang memberi semangat itu di Weibo, versi Tiongkok dari Twitter, penguasa memblokirnya.  Juga sebuah baris lagu yang bermakna: “Bangkit! Bangkit! Bangkit!” 

Lagu kebangsaan Tiongkok merupakan cerminan kuat dari tradisi, sejarah, dan keyakinan dari negara itu.  Dalam tahun-tahun awalnya, lagu kebangsaan Tiongkok, lagu tema dari film populer pada tahun 1935, “Putra-Putra dan Putri-Putri Dalam Masa Badai,” mendesak perlawanan terhadap tentara Jepang yang melakukan invasi terhadap Tiongkok. 

Tetapi meskipun komposisi lagu itu memiliki asal-usul yang sifatnya patriotik, penguasa Tiongkok melarang bagian pertama dari lagu tersebut, dan juga bagian lain yang menyemangati selama masa pandemi COVID 19 berlangsung. 

Penguasa langsung melarang lagu kebangsaan ini dikutip setelah COVID 19 untuk pertama kalinya diidentifikasi pada Desember 2019 di Wuhan.   

Pembisuan Dr. Li Wen-liang, yang menerbitkan peringatan tentang virus baru yang menular ini dan kemudian membunuh dirinya, memicu kemarahan dikalangan netizen yang memposting lirik-lirik sama di Douban, versi Reddit dari Tiongkok.  Demikian menurut situs Language Log. 

Kemudian penguasa Tiongkok memblokir baris pertama lagu kebangsaan itu karena apa yang dikilahkannya “memuat politik atau ideologi yang radikal,” demikian menurut posting di Twitter. (jm/ps) 


© Copyright 2021 BALIKINI.NET | BERIMBANG, OBYEKTIF, BERBUDAYA | All Right Reserved